Unsur Hara Makro dan Mikro (Esensial)

Ilustrasi : Greensmoothiesblog

Seperti manusia, tumbuhan juga membutuhkan makanan untuk melanjutkan hidupnya, apalagi untuk pertumbuhan yang baik tentunya tumbuhan membutuhkan unsur hara yang sangat penting atau esensial. Unsur hara esenisal yang sangat dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak disebut untuk hara makro. Sedangakan unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit disebut unsur hara mikro.

Jadi kenapa unsur hara makro dan mikro ini disebut unsur hara esensial atau penting?

Seperti yang dikutip dari Arnon and Stout (1939) dalam situs Departemen Ilmu Tanah Universitas Wisconsin Madison telah menetapkan 3 kriteria mengapa unsur hara tersebut esensial atau penting, antara lain :

  1. Tumbuhan tidak dapat menyelesaikan siklus hidupnya tanpa unsur hara tersebut.
  2. Unsur hara tersebut tidak dapat diganti dengan unsur lainnya.
  3. Unsur hara tersebut berperan langsung dalam metabolisme tumbuhan, jadi sangat dibutuhkan dalam proses fisiologis tertentu. sebagai contoh Nitrogen yang memiliki peran yang penting dalamsintesis karbohidrat.

Selain tiga kriteria diatas ada satu kriteria lagi yang mestinya harus ditambahkan menurut Arnon and Stout yaitu : unsur  hara tersebut harus dibutuhkan oleh sejumlah besar spesies tanaman, bukan hanya satu atau dua spesies tunggal.

Selain usur hara esensial, ada juga unsur hara yang dikatakan non esensial. Dikatakan unsur hara non esensial karena unsur hara tersebut belum diketahui secara jelas fungsinya. Sebagai contoh unsur logam Pb dan Cd.

Unsur hara esensial yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak (Makro) antara lain :

  1. Berasal dari udara dan air    : Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O)
  2. Unsur hara makro primer    : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K)
  3. Unsur hara makro skunder : Sulfur (S), Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). 

Sedangkan unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit (Mikro) yaitu : Besi (Fe), Mangan (Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Buron (B), dan Clor (Cl).

Selanjutnya Wajib Baca : 

Sumber : http://www.soils.wisc.edu, LahuddinM. Ray Tucker (www.ncagr.gov).

Terkait :

FB Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *